Episode 1 Tugas Besar IMKA: Perlukah evaluasi untuk sistem belajar mengajar di ITB?
Jadi, pada postingan kali ini aku bakalan membahas tentang Tugas Besar Mata Kuliah Interaksi Manusia Komputer dan Antarmuka. Nah, jadi pada hari Rabu, tepatnya pada tanggal 21 Maret 2018 Pukul 09.00, dirilislah tugas besar IMKA. Oh my god! Tugas apa lagi ini ya Allah.. sangat banyak sekali tugas di semester ini. Tapi yasudahlah, sebagai mahasiswa memang inilah ujian hidup. Setelah Pak Soni menjelaskan tentang tugas besar yang harus dikerjakan dan kriteria penilaian, saya menghela nafas dan dirilislah tugas pertama yaitu membuat analisis masalah dan alternatif solusi. Ok i'm ready!
Nah, saya bersama dengan kedua teman saya Rifda dan Saskia dari CucokMeong Aww akhirnya berdiskusi untuk tugas IMKA enaknya kita menganalisis dan melihat masalah apa ya?? Dan akhirnya, setelah berdiskusi secara ekslusif, tajam setajam silet, dan sampai otak kita berbusa *lebay* akhirnya kita mendapatkan topik untuk melihat masalah-masalah yang kita alami selama berkuliah di ITB. Nah mau tau bagaimana hasil analisis masalah dan peluang kita terhadap Institut Teknologi Bandung? Check this out!
Untuk melakukan analisis masalah terhadap Institut Teknologi Bandung, kami menggunakan framework PIECES. Berikut ini adalah hasil analisis kami.
1. Performance
Secara performa saat ini, Institut Teknologi Bandung belum memiliki sistem evaluasi belajar mengajar yang efisien. Masih banyak perkuliahan yang harus dilakukan evaluasi baik kurikulum maupun perencanaan akademik, agar mahasiswa dapat nyaman untuk mengikuti perkuliahan dan mendapatkan hasil yang baik di perkuliahan tertentu.
2. Information
Nah, saya bersama dengan kedua teman saya Rifda dan Saskia dari CucokMeong Aww akhirnya berdiskusi untuk tugas IMKA enaknya kita menganalisis dan melihat masalah apa ya?? Dan akhirnya, setelah berdiskusi secara ekslusif, tajam setajam silet, dan sampai otak kita berbusa *lebay* akhirnya kita mendapatkan topik untuk melihat masalah-masalah yang kita alami selama berkuliah di ITB. Nah mau tau bagaimana hasil analisis masalah dan peluang kita terhadap Institut Teknologi Bandung? Check this out!
Untuk melakukan analisis masalah terhadap Institut Teknologi Bandung, kami menggunakan framework PIECES. Berikut ini adalah hasil analisis kami.
1. Performance
Secara performa saat ini, Institut Teknologi Bandung belum memiliki sistem evaluasi belajar mengajar yang efisien. Masih banyak perkuliahan yang harus dilakukan evaluasi baik kurikulum maupun perencanaan akademik, agar mahasiswa dapat nyaman untuk mengikuti perkuliahan dan mendapatkan hasil yang baik di perkuliahan tertentu.
2. Information
Berdasarkan aspek informasi, masalah yang sering menghambat Institut Teknologi Bandung adalah banyaknya alur informasi dan koordinasi dengan lembaga-lembaga lain yang terkait belum dikelola dengan baik. Termasuk dalam penyampaian informasi akademik dan perkuliahan yang mengharuskan koordinasi yang tepat antara fakultas dan sekolah. Terkadang kurangnya penyamapaian pemantauan, evaluasi, dan saran menyebabkan perkembangan terhambat untuk sistem belajar mengajar di Institut Teknologi Bandung
3. Economy
3. Economy
Berdasarkan aspek ekonomi, Institut Teknologi Bandung tidak mengalami masalah yang berarti, karena koordinasi ekonomi antara lembaga-lembaga terkait sudah cukup baik di lingkungan Institut Teknologi Bandung
4. Control
4. Control
Berdasarkan aspek kontrol, proses kerja Institut Teknologi Bandung dalam mengkaji dan mengembangkan program pendidikan membutuhkan pengendalian yang lebih terarah untuk melakukan evaluasi pendidikan dan perkuliahan. Proses pengumpulan data perkuliahan yang masih manual dapat memberikan ancaman terhadap validasi data serta kemungkinan terjadinya kesalahan yang disebabkan oleh manusia (human error). Maka dari itu, pengendalian yang tepat dibutuhkan untuk melakukan pengembangan, pembaharuan, serta inovasi pembelajaran
5. Efficiency
Berdasarkan aspek efisiensi, dapat dilihat bahwa Institut Teknologi Bandung masih belum efisien untuk sistem evaluasi. Salah satunnya pada proses pengumpulan data absensi. Pegawai TU masih menggunakan cara manual untuk memindahkan absensi peserta mata kuliah dari buku absen ke sistem. Hal ini dapat menghambat dan memberikan risiko kesalahan yang cukup fatal dan berpengaruh pada fungsi kerjanya.
6. Services
5. Efficiency
Berdasarkan aspek efisiensi, dapat dilihat bahwa Institut Teknologi Bandung masih belum efisien untuk sistem evaluasi. Salah satunnya pada proses pengumpulan data absensi. Pegawai TU masih menggunakan cara manual untuk memindahkan absensi peserta mata kuliah dari buku absen ke sistem. Hal ini dapat menghambat dan memberikan risiko kesalahan yang cukup fatal dan berpengaruh pada fungsi kerjanya.
6. Services
Berdasarkan aspek layanan, dapat dilihat bahwa Institut Teknologi Bandung masih belum optimal dalam menyajikan layanan belajar mengajar. Terkadang beberapa mata kuliah masih belum mendapatkan evaluasi yang maksimal, sehingga terkadang menyebabkan kelulusan dan pemahaman mahasiswa di mata kuliah tertentu berkurang.
Setelah menggunakan framework PIECES untuk menganalisis masalah yang ada di Institut Teknologi Bandung, kami menyimpulkan bahwa masalah utama yang dihadapi oleh Institut Teknologi Bandung adalah sistem pengumpulan data dan evaluasi akademik yang kurang efisien dan kurang valid karena alur/proses sistem yang terintegrasi tidak berjalan dengan optimal.
Nah, tapi dibalik masalah-masalah terkait sistem evaluasi belajar mengajar dan pengumpulan data akademik, sebenarnya ITB juga mempunyai peluang-peluang untuk pengembangan sistem evaluasi belajar mengajar antara lain:
1. Setiap direktorat dan unit pelaksana teknis di Institut Teknologi Bandung memiliki indikator kinerja masing-masing yang mampu memantau performansi kinerja dan mengevaluasi hasil kerja mata kuliah tertentu.
2. Institut Teknologi Bandung memiliki wewenang untuk permusuan kebijakan dan rencana akademik, serta memberikan saran dan usulan tentang pengembangan kerangka kerja, inovasi, dan metode pembelajaran
3. Koordinasi dengan direktorat maupun fakultas/sekolah dalam penyampaian dan pengelolaan informasi terkait akademik dan perkuliahan.
4. ITB mendapatkan dukungan eksternal dan kerja sama dari pihak tetrentu untuk mendukung proses akademik dan perkuliahan
Nah itu tadi analisis masalah dan peluang. Kan kita udah melakukan analisis masalah dan peluang nih, then dari pembahasan aku yang panjang dikali lebar ini, akhirnya kami menyimpulkan nih CucokMeong bahwa Institut Teknologi Bandung membutuhkan sistem yang dapat membantu dalam pengumpulan dan penyatuan informasi yang valid terkait kegiatan perkuliahan terutama mahasiswa. Selain itu, optimalisasi fungsi kerja lembaga pengkajian pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat dalam mengkaji pembangan program pendidikan juga diperlukan untuk pengembangan sistem belajar mengajar di ITB.
Nah, dari kebutuhan tersebut, kira-kira bagaimana ya analisis solusinya?? mau tau nih solusi apa yang kami tawarkan? Penasaran kan??? Tunggu postingan aku selanjutnya di Episode 2 Tugas Besar IMKA! See you and keep visiting my blog ya 💓
Setelah menggunakan framework PIECES untuk menganalisis masalah yang ada di Institut Teknologi Bandung, kami menyimpulkan bahwa masalah utama yang dihadapi oleh Institut Teknologi Bandung adalah sistem pengumpulan data dan evaluasi akademik yang kurang efisien dan kurang valid karena alur/proses sistem yang terintegrasi tidak berjalan dengan optimal.
Nah, tapi dibalik masalah-masalah terkait sistem evaluasi belajar mengajar dan pengumpulan data akademik, sebenarnya ITB juga mempunyai peluang-peluang untuk pengembangan sistem evaluasi belajar mengajar antara lain:
1. Setiap direktorat dan unit pelaksana teknis di Institut Teknologi Bandung memiliki indikator kinerja masing-masing yang mampu memantau performansi kinerja dan mengevaluasi hasil kerja mata kuliah tertentu.
2. Institut Teknologi Bandung memiliki wewenang untuk permusuan kebijakan dan rencana akademik, serta memberikan saran dan usulan tentang pengembangan kerangka kerja, inovasi, dan metode pembelajaran
3. Koordinasi dengan direktorat maupun fakultas/sekolah dalam penyampaian dan pengelolaan informasi terkait akademik dan perkuliahan.
4. ITB mendapatkan dukungan eksternal dan kerja sama dari pihak tetrentu untuk mendukung proses akademik dan perkuliahan
Nah itu tadi analisis masalah dan peluang. Kan kita udah melakukan analisis masalah dan peluang nih, then dari pembahasan aku yang panjang dikali lebar ini, akhirnya kami menyimpulkan nih CucokMeong bahwa Institut Teknologi Bandung membutuhkan sistem yang dapat membantu dalam pengumpulan dan penyatuan informasi yang valid terkait kegiatan perkuliahan terutama mahasiswa. Selain itu, optimalisasi fungsi kerja lembaga pengkajian pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat dalam mengkaji pembangan program pendidikan juga diperlukan untuk pengembangan sistem belajar mengajar di ITB.
Nah, dari kebutuhan tersebut, kira-kira bagaimana ya analisis solusinya?? mau tau nih solusi apa yang kami tawarkan? Penasaran kan??? Tunggu postingan aku selanjutnya di Episode 2 Tugas Besar IMKA! See you and keep visiting my blog ya 💓

Komentar
Posting Komentar