Siapkah Indonesia Menghadapi Industri 4.0?
Hai semuanya, kembali lagi bersama aku Fahmi di Timi's Blog. Pasti pada kangen yah setelah beberapa bulan menghilang aku kembali lagi. Nah kali ini aku akan kembali dengan topik tentang Revolusi Industri 4.0. Apa sih Revolusi Industri 4.0 itu kak? Langsung aja ya kita bahas lengkap tuntas manja tentang Revolusi Industri 4.0

1. Apa Itu Industri 4.0?
Banyak banget nih para ahli yang mendefinisikan Industri 4.0. Berikut ini adalah beberapa ahli yang mencoba untuk mendefinisikan Industri 4.0.
- Angela Markel 2014 berpendapat bahwa Industri 4.0 adalah transformasi komprehensif dari keseluruhan aspek produksi di industri melalui penggabungan teknologi digital dan internet dengan industri konvensional
- Schlectendahl dkk (2015) menekankan definisi Industri 4.0 kepada unsur kecepatan dari ketersediaan informasi, yaitu sebuah lingkungan industri di mana seluruh entitasnya selalu terhubung dan mampu berbagi informasi satu dengan yang lain
- Kagermann dkk (2013) mendefinisikan Industri 4.0 adalah integrasi dari Cyber Physical System (CPS) dan Internet of Things and Services (IoT and IoS) ke dalam proses industri meliputi manufaktur dan logistik serta proses lainnya.
2. SWOT Analysis Industri 4.0 di Indonesia
Nah, setelah kita memahami apa Industri 4.0. Kira-kira bagaimana sih posisi Indonesia saat ini dalam menghadapi perkembangan Industri 4.0?
Strength
- Indonesia memiliki kekuatan dari penetrasi penggunaan ponsel dan internet. Jumlah pengguna internet aktif di dalam negeri diperkirakan mencapai 132,7 juta orang atau 51,5% dari populasi penduduk. Sedangkan, jumlah smartphone yang beredar lebih dari 130 juta unit dan tingkat penjualannya minimal 60 juta unit per tahun.
- Terkait SDM di Indonesia, Indonesia memiliki banyak SDM yang berasal dari beraneka ragam perguruan tinggi
- Pada faktor perdagangan dan investasi global, keuntungan dari nilai tarif pajak yang diterapkan, investasi melalui merger atau akuisisi (greenfield investments), dan pemasukan dari penanaman modal asing
- Pada faktor daya beli, masyarakat Indonesia masih memiliki daya beli yang kuat
Weakness
- Indonesia masih bergantung pada impor untuk bahan baku terutama pada industri logam kimia, elektronik.
- Belum optimalnya zona industri yang komprehensif
- Industri kecil dan menengah di Indonesia masih memiliki produktivitas yang rendah (62% orang yang berkecimpung di IKM)
- Infrastruktur digital yang belum memadai dan platform digital yang belum optimal
- Pendanaan domestik dan teknologi yang terbatas
- SDM di Indonesia masih belum terlatih mayoritas untuk menggunakan teknologi dan susah jika beradaptasi terhadap teknologi baru
- Kebijakan yang masih tumpang tindih
Opportunity
- Pengembangan produk menjadi lebih cepat
- Meningkatkan efisiensi dalam penggunaan sumber daya
- Mendorong pertumbuhan pendapatan/ekonomi di Indonesia
- Mewujudkan proses manufaktur yang efisien, cerdas.
Threat
- Berkurangnya lapangan kerja karena semua hal sudah mulai teromatisasi
3. Hal Yang Dilakukan & Tidak Boleh Dilakukan Dalam Menghadapi Industri 4.0
Dalam menghadapi Industri 4.0 ada beberapa hal yang harus dipersiapkan oleh Indonesia. Pertama adalah dari aspek sumber daya manusia. Indonesia harus memacu rakyat Indonesia untuk meningkatkan produktivitas dan pembelajaran berbasis teknologi agar ketika datang teknologi baru, rakyat Indonesia dapat bersaing dan memanfaatkan teknologi tersebut secara tepat guna. Untuk mendukung hal ini, maka Pemerintah harus melakukan pembangunan inkubasi untuk mendukung rakyat Indonesia untuk berkarya. Kedua, industri perlu mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan dalam proses produksinya. Misalnya, penggunaan teknologi rendah karbon menjadi salah satu prinsip industri hijau, dengan didukung penerapan 4R (reduce, reuse, recycle, dan return) serta didukung dengan faktor pertama tadi yaitu SDM yang kompeten sehingga menghasilkan efisiensi bahan baku, energi, dan air.
Hal yang tidak boleh dilakukan oleh Indonesia dalam menghadapi Industri 4.0 ini adalah menganggap atau berpikiran bahwa teknologi akan menurunkan lapangan kerja. Indonesia harus berpikiran maju dan memacu diri bahwa Industri 4.0 akan membawa lapangan kerja baru yang lebih banyak dan berpotensi meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia
Link
Referensi
https://www.cnbcindonesia.com/news/20180417185422-4-11394/ini-10-tantangan-ri-di-era-industri-40-menurut-menperin
https://ejournal.undip.ac.id/index.php/jgti/article/viewFile/18369/12865
http://industri.bisnis.com/read/20171006/257/696660/delapan-faktor-kesiapan-manufaktur-nasional-memasuki-industry-4.0
Komentar
Posting Komentar