Kunjungan Data Center di Institut Teknologi Bandung



Selamat pagi, siang, sore, dan malam pengunjung Timi's Blog yang budiman, baik hati, dan tidak sombong 💓. Nah di posting yang sebelumnya kita sudah membahas tentang Big Data dan Data Warehouse, untuk lengkapnya dapat dilihat disini: Data Warehouse or Big Data. Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas tentang Data Center. Saya membahas tentang data center karena pada Jumat, 7 September 2018 saya bersama teman saya STI 2015 pada mata kuliah II4471 Kapita Selekta STI mengunjungi data center yang ada di Institut Teknologi Bandung. Data center di ITB terletak di CRCS Lantai 1. Oke, langsung saja kita akan membahas apa sih data center, kenapa sih data center dibutuhkan, dan bagaimana sebaiknya data center diterapkan di sebuah institusi/universitas/organisasi/perusahaan. Cekidot gais ☝  

Apa itu Data Center?
Kita mulai dengan apa sih itu data center. Berikut ini kita paparin dulu ya menurut para ahli apa itu data center
  • Menurut inet.id, Data center adalah sebuah ruangan yang di rancangan sedemikian rupa untuk menempatkan server komputer dan perangkat jaringan komputer yang terhubung ke jaringan internet.
  • Menurut Syahfuddin Anwar dari blog, Data center adalah suatu fasilitas yang digunakan untuk menempatkan sistem komputer dan komponen terkait, seperti sistem telekomunikasi dan penyimpanan data. Fasilitas ini biasanya mencakup juga catu daya redundan atau cadangan, koneksi komunikasi data redundan, pengontrol lingkungan (mis. AC, ventilasi), pencegah bahaya kebakaran, serta piranti keamanan fisik. Salah satu penempatan server untuk website atau database.
  • Menurut HarianPost.co.id, Data center adalah ruangan yang dijadikan sebagai pusat data. 
Jadi, bisa aku simpulkan menurut aku data center adalah sebuah ruangan yang didalamnya menyimpan server komputer dan seluruh perangkat jaringan komputer yang terhubung ke jaringan internet dan dilengkapi dengan fasilitas pendukung keamanan ruangan tempat penyimpanan data.

Jenis Data Center?
Selanjutnya, ternyata gais data center ada jenisnya juga lo. Terdapat dua jenis dari data center, yaitu:
  1. Enterprise Data Center: Data center ini mengoperasikan layanan internal perusahaan yang diakses pengguna internal melalui LAN/WAN yang dimiliki oleh organisasi atau perusahaan.
  2. Internet Data Center: Data center ini mengoperasikan layanan publik yang dapat diakses oleh seluruh pengguna melalui jaringan internet.
Di Institut Teknologi Bandung, berdasarkan pengamatan saya data center yang ada menggunakan enterprise data center, karena khusus untuk digunakan oleh lingkungan ITB dan hanya diakses melalui LAN/WAN yang dimiliki Institut Teknologi Bandung.
Fungsi Data Center?
Selanjutnya, setelah kita memahami definisi data center, kita langsung membahas ya sebenarnya apa sih fungsi dari data center itu sendiri. Jadi, berikut ini fungsi dari data center.
  • Availability: Data center di desain untuk mendukung sustainable operasional pada suatu perusahaan. Diharapkan zero failure dari komponen pendukung data center dapat tercapai. 
  • Scalability: Data center mendukung skala kebutuhan pengguna sesuai dengan volume dan alat produksi yang dibutuhkan mengacu pada kebutuhan dan kondisi pengguna. 
  • Security: Data center dapat menyediakan sistem keamanan yang baik untuk data dan aplikasi yang dimiliki oleh perusahaan.
  • Cost-Effiency: Data center dapat mereduksi biaya investasi perangkat (capital expenditure) oleh suatu perusahaan menjadi biaya operational expenditure karena pengelolaan sudah memiliki biaya yang jelas.
  • Data center juga berfungsi untuk menyimpan segala informasi penting dari sebuah website agar website tersebut kinerjanya tidak terlalu berat ketika di akses
Komponen Data Center?
Nah, apa saja ya sebenarnya komponen yang terdapat pada data center? Pada umumnya komponen yang terdapat pada data center adalah sebagai berikut. 
  • Daya (power capacity): berfungsi untuk mendistribusikan daya kepada perangkat elektronik.
  • Pendingin (cooling capacity): berfungsi mendinginkan mesin yang ada pada data center agar tidak mencapai kondisi suhu terlalu panas.
  • Kabel (cabling): berfungsi untuk menghubungkan antar komponen elektronik yang ada pada ruangan data center
  • Temperatur dan Kontrol Kelembapan (Temperature and Humidity Control): berfungsi untuk menyesuaikan suhu yang tepat, melakukan kontrol kelembapan yang baik, dan melakukan built-in filter udara yang tepat dan mampu dikontrol melalui jarak jauh.
  • Sistem pengaman kebakaran (Fire and Smoke System): berfungsi untuk mempekerjakan sampling udara terus menerus dan mendeteksi partikel yang dipancarkan jika mengalami kebakaran.
  • Keamanan fisik (physical security): berfungsi untuk melindungi kontak fisik dari luar seperti benturan. 
  • Ruang rak dan lantai (rack space and raised floor): rak berfungsi untuk penyimpanan server sedangkan lantai terangkat berfungsi untuk memberikan ruang tambahan di bawah untuk pemasangan kabel dan ventilasi. 
Apa yang harus dipersiapkan untuk pembangunan Data Center?
Yang perlu diperhatikan ketika membangun data center adalah letak dan desain dari arsitektur ruangan data center. Selain hal tersebut, terdapat beberapa hal lain yang harus diperhatikan, antara lain adalah:


  • Penentuan lokasi data center
  • Desain dan arsitektur gedung/ ruangan data center
  • Luas ruangan data center
  • Pengukuran kebutuhan pasokan listrik
  • Sistem distribusi listrik
  • Sistem pengaturan suhu dan kelembapan udara
  • Pengunaan lantai anti statis (raised floor)
  • Pemilihan jenis rack server
  • Pengaturan kabel
  • Sistem pengaman kebakaran
  • Sistem keamanan di dalam dan di luar lingkungan data center


Kriteria penting untuk penerapan data center?
Apa saja kriteria penting yang dibutuhkan untuk penerapan data center?
  1. Data Center harus disimpan di tempat atau ruangan yang relatif kecil kemungkinan akan terkena dampak ketika terjadi bencana. Untuk memenuhi hal ini, ketika membangun data center carilah tempat dengan jenis tanah yang baik.
  2. Sebuah perusahaan besar yang memiliki server dan data center sendiri, sebaiknya tidak hanya memiliki satu data center, namun dua data center dan satu data center cadangan. Hal ini dapat mengantisipasi apabila terjadi down pada data center maka fungsi data center lain dapat diaktifikan.
  3. Skalabilitas dari tingkat penggunaan server harus diperhatikan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pengguna.
  4. Stabil dan cepat. Untuk mendukung hal tersebut dibutuhkan jaringan internet menggunakan fiber optic. Data center diharapkan harus tetap up time dalam kondisi apapun.
Pentingkah data center di Indonesia? 
Nah, selanjutnya setelah kita membahas konsep dari data center, menurut pendapat saya sendiri data center itu sangat penting loh teman-teman khususnya bagi organisasi/perusahaan/institusi yang mengelola dan ingin menyimpan data dengan jumlah yang besar. Selain itu data center juga dibutuhkan karena availability, scalability, security, dan cost effiency yang ditawarkan data center sangat berguna untuk perusahaan. Namun, di Indonesia sendiri masih terdapat beberapa tantangan untuk menerapkan data center, antara lain adalah (dikutip dari https://perantara.net/tantangan-data-center-indonesia/)
  1. Pasokan Listrik PLN, sering disebut-sebut di berbagai media data center sebagai suatu ketidakpastian berikutnya untuk rencana investasi dalam bidang data center di Indonesia.
  2. Koneksi Internet yang ada hubungannya dengan pasokan listrik PLN, walau infrastruktur fiber optik Indonesia dan akses internet internasional di Indonesia sudah mendukung, namun tetap bergantung pada pasokan listrik. Dan mengenai kebijakan koneksi internet selain dari operator telekomunikasi juga menjadi alasan sebagai tantangan data center Indonesia.
  3. Kurangnya Tenaga Ahli\ dalam bidang infrastruktur data center. Sebetulnya ini kurangnya survey pihak asing terhadap tenaga ahli di bidang IT di Indonesia, mereka hanya berdasarkan data tidak melihat langsung kelapangan karena di Indonesia ini sebetulnya masih banyak hal yang belum terdata. Memang untuk tenaga ahli dalam bidang data center sangat cepat di rebut oleh negara-negara lain. Tantangan data center Indonesia akan lebih banyak dalam hal tenaga ahli lokal.
  4. Budaya Outsourcing di Indonesia yang lebih dianggap sebagai kontrak kerja, ketimbang sebagai jasa layanan profesional sehingga minimnya kepercayaan perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk menyerahkan pekerjaan IT dan menempatkan server di data center
Nah kalau menurut saya sendiri tantangan dari data center sendiri itu sebenarnya lebih ke arah bagaimana organisasi untuk melakukan maintenance dan mengelola data center yang sudah dibangun agar memiliki efisiensi yang tinggi dan menguntungkan bukan merugikan untuk perusahaan. Perusahaan harus memiliki metrik kinerja yang jelas dari data center yang dikembangkan agar dapat dilakukan evaluasi yang terus menerus secarfa berkala So, organisasi harus pintar mengelola ruangan data center. Bagaimana kalau menurut kalian teman-teman pengunjung Timi's Blog? Dengan pentingnya data center bagaimana sih mewujudukan data center yang baik? Kalau kalian ada pendapat bisa komentar ya di kolom komentar. Sekian dulu ya dari aku, keep visit my blog ya teman-teman 💓👌

Link
Website Institut Teknologi Bandung
Website Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) Institut Teknologi Bandung

Referensi
https://www.harianpost.co.id/25496/pengertian-data-center-fungsi-komponen-dan-konsep/
https://putraparma.wordpress.com/2012/08/15/pengenalan-data-center/
https://mesonebu.wordpress.com/2015/06/10/fungsi-data-center/
http://www.inet.net.id/index.php/news-event/news/113-pengertian-data-center
http://www.syafuddinanwar.web.id/apa-itu-data-center/
https://perantara.net/tantangan-data-center-indonesia/
http://blog.wowrack.co.id/2017/07/pentingnya-data-center-sebagai-pusat.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Episode 5 Tugas Besar IMKA: Pengujian Sistem

Episode 2 Tugas Besar IMKA: Pintu, Kamera, atau Kursi??

Episode 1 Tugas Besar IMKA: Perlukah evaluasi untuk sistem belajar mengajar di ITB?